Muh. Yusuf
Senin, 01 Mei 2023
MGMP IPS PALU
Sabtu, 26 November 2022
Sabtu, 04 Desember 2021
Perspektif Global
Silahkan kepada mahasiswa memberikan deskripsi singkat yang anda pilih dari salah satu modul diantara 6 modul pada BMP Perspektif Global (sebutkan Modulnya)
HAKIKAT DAN KONSEP PERSPEKTIF GLOBAL
A. HAKIKAT DAN KONSEP PERSPEKTIF GLOBAL
• Perspektif global adalah suatu cara pandang dan cara berpikir terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan dari sudut kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. Ini dicerminkan dengan motto “ think globally, act locally “
• Perspektif global berkaitan erat dengan istilah GLOBAL, GLOBALISASI, dan PENDIDIKAN GLOBAL.
a. Global
• Menurut kamus Bahasa Inggris Longman Dictionary of Contemporary English, global berarti “ concerning the whole art “ yaitu sesuatu hal yang berkaitan dengan dunia, internasional atau seluruh jagat raya.
• Isu global berkaitan dengan masalah, kejadian, kegiatan, dan sikap yang pengaruhnya terhadap seluruh dunia atau internasional.
b. Globalisasi
- Globalisasi adalah suatu proses dimana kejadian, keputusan dan kegiatan disalah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi, bagi individu dan masyarakat di daerah lain
- Menurut Hamijoyo ( Mimbar 1990 ) ciri dari globalisasi adalah :
- Globalisasi perlu didukung oleh kecepatan informasi, kecanggihan teknologi, transportasi dan komunikasi yang diperkuat oleh tatanan organisasi dan manajemen yang tangguh
- Globalisasi telah melampaui batas tradisional geopolitik
- Adanya saling ketergantungan antarnegara
- Pendidikan merupakan bagian dari globalisasi
- Ciri globalisasi menurut HAR Tilaar :
Adanya era masyarakat terbuka, yakni :
- Dalam bidang ekonomi, ditandai dengan adanya pasar bebas, yang menuntut kemampuan, kreasi yang menghasilkan produk – produk berkualitas tinggi
- Dalam bidang politik, ditandai dengan berkembangnya nilai demokrasi dalam masyarakat dimana setiap anggotanya ikut aktif dalam kehidupan bersama dan menciptakan kehidupan bersama yang lebih baik.
• Dampak positif dari globalisasi :
1. Munculnya masyarakat megakompetensi
2. Masyarakat menjadi dinamis, aktif dan kreatif
• Dampak negatif dari globalisasi : Melahirkan budaya global sehingga menjadi ancaman bagi budaya lokal ( sikap westernisasi / kebarat – baratan)
c. Pendidikan global
• Pendidikan global adalah upaya sistematis untuk membentuk wawasan dan perspektif para siswa sebagai bekal untuk menghadapi dan memecahkan masalah global
• Menurut Hoopes ( 1997 ), pendidikan global memiliki 3 tujuan yaitu :
1. Memberikan pengalaman yang mengurangi rasa kedaerahan dan kesukuan.
2. Memberikan pengalaman yang mempersiapkan siswa untuk mendekatkan diri dengan keragaman global
3. Memberikan pengalaman tentang mengajar siswa untuk berpikir tentang mereka sendiri sebagai individu, sebagai warga suatu negara, dan sebagai anggota masyarakat manusia secara keseluruhan ( global citizen )
B. DIMENSI, MANFAAT, TUJUAN, DAN MASALAH PERSPEKTIF GLOBAL
• Tujuan diberikannya perspektif global ( Marryfield, 1997 ) adalah :
1. Mendorong mahasiswa untuk mempelajari lebih banyak tentang materi dan masalah yang berkaitan dengan masalah global
2. Mendorong para guru untuk mempelajari masalah yang berkaitan dengan masalah lintas budaya
3. Mengembangkan dan memahami makna perspektif global baik dalam kehidupan sehari – hari maupun dalam pengembangan profesinya
• Peran guru :
1. Memberikan bekal pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya pengetahuan global dalam memahami masalah – masalah dunia
2. Meningkatkan kesadaraan dan wawasan anak didik sebagai landasan dalam melakukan tindakan yang berdampak global
3. Memberikan contoh dan teladan dalam aktivitas sehari – hari, yang mempunyai pengaruh terhadap masalah global
• Contoh bidang IPS yang berkaitan dengan masalah globalisasi :
a. Ekonomi
• Model – model kerja sama ekonomi menurut Kuang-Sheng-Siao ( Susanto, 1997 ) :
1. Zona Perdagangan Bebas, daerah dimana penurunan tarif dan berbagai hambatan diturunkan secara bersama supaya arus omoditas barang dan jasa dapat bergerak bebas
2. Persetujuan tarif, pembentukan sebuah sistem tarif yang sama dipakai untuk mengeliminasi kompetensi intra regional dan mendukung usaha kerja sama dalam menghadapi tantangan
3. Pasar bersama, selain arus bebas dari komoditas dan jasa, bahan baku produk, tenaga kerja dan modal dapat ditransfer secara bebas
4. Aliansi ekonomi, harmonisai total didalam kesejahteraan sosial, transportasi, moneter, dan kebijakan ekonomi nasional lainnya.
5. Integrasi ekonomi secara penuh
• Bentuk – bentuk kerja sama dalam bidang ekonomi :
1. Asean Free Trade Areas ( AFTA ); kerja sama regional Asia Tenggara dalam rangka perdagangan bebas
2. Asian Pasific Economic Cooperation ( APEC ); kerja sama antarnegara pasifik termasuk Kanada dan Amerika
b. Geografi
• Di era globalisasi hubungan antara negara yang satu dengan lainnya tidak terbatas oleh batas wilayah geografis, batas negara atau batas administrasi sebab globalisasi merupakan penduniaan tanpa tapal batas
• Contoh masalah global berdasarkan tinjauan dari bidang geografi : pengaruh kebakaran hutan terhadap negara – negara tetangga ASEAN, Pembuangan limbah beracun dan limbah nuklir, kekayaan alam, global warming, dll.
c. PPKn
• Hubungan masalah globalisasi yang berkaitan dengan bidang studi PPKn adalah seputar masalah ilmu politik, hukum, kenegaraan, demokrasi dan hak asasi manusia.
• Terjadinya pergeseran peran negara di era globalisali karena timbulnya arus sirkulasi ( Investmen, Industry, Information Technology, dan Individual Consumer )
d. Sejarah dan Budaya
1. Membentuk wawasan kebangsaan ( nation character building )
Pendidikan diarahkan untuk :
a. Memperluas wawasan dan persepsi anak didik yang berkaitan dengan permasalahan global
b. Meningkatkan kesadaran anak didik kita, bahwa mereka bukn saja sebagai warga negara Indonesia tetapi juga warga dunia
c. Memberikan wawasan untuk mengkaji ulang nilai dan budaya yang ada
2. Dalam kaitannya dengan nilai budaya
Anak didik perlu dibekali dengan pemahaman dan pengetahuan yang cukup untuk menyeleksi budaya luar yang tidak sesuai dengan budaya kita.
3. Memonitor aktivitas penggunaan internet
· Manfaat dan kegunaan mempelajari perspektif global :
1. Meningkatkan wawasan dan kesadaran para guru dan bahkan siswa bahwa kita bukan saja warga suatu negara melainkan warga dunia
2. Menambah dan memperluas pengetahuan kita ten tang dunia sehingga kita dapat mengikuti perkembangan dunia dalam berbagai aspek, terutama dalam perkembangan IPTEK
3. Mengkondisikan para mahasiswa untuk berpikir integral bukan general sehingga suatu gejala atau masalah dapat ditanggulangi dari berbagai aspek
4. Melatih kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan dunia dengan segala aspeknya
Modul 2
PERSPEKTIF GLOBAL DILIHAT DARI SUDUT ILMU – ILMU SOSIAL DAN ILMU LAIN YANG TERKAIT
A. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI GEOGRAFI, SEJARAH DAN EKONOMI
a. Perspektif global dari visi geografi, yakni suatu kemampuan memandang secara mendalam berkenaan dengan fenomena, proses, dan masalah keruangan permukaan bumi, baik untuk masa lampau, saat ini terutama untuk masa yang akan datang
b. Perspektif global dari visi sejarah, yakni suatu kemampuan memandang secara mendalam berkenaan dengan pengalaman masa lampau, sejarah tentang tokoh – tokoh, bangunan – bangunan, perang, pertemuan internasional, dan peristiwa bersejarah yang memiliki dampak luas terhadap tatanan kehidupan global sebagai acuan transformasi budaya serta pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) generasi muda untuk memasuki kehidupan global dihadapannya
c. Perspektif global dari visi ekonomi, yakni terkait dengan pertumbuhan penduduk, kemajuan dan penerapan IPTEK dalam proses produksi serta distribusi, kebutuhan yang cenderung tidak terbatas kuantitasnya
B. PERSPEKTIF GLOBAL DARI VISI POLITIK, SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI
a. Perspektif global dari visi politik,mencakup hubungan antarnegara yang lebih akrab disebut hubungan global dimana pengakuan dan perjuangan politik menjadi modal utama untuk mengembangkan diri ditengah – tengah dunia Internasional. Misalnya keberhasilan perjuangan politik Indonesia yang berlandaskan politik luar negeri bebas aktif, telah membawa Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan dalam percaturan politik dunia oleh negara – negara besar.
b. Perspektif global dari visi sosiologi, yakni interaksi sosial yang makin intensif sampai ke tingkat global, menunjukkan perubahan sosial di masyarakat sampai ke proses modernisasi. Perubahan dan kemajuan yang positif meningkatkan kesejahteraan dalam arti yang seluas – luasnya, harus kita syukuri sedangkan yang berdampak negatif harus kita waspadai bahkan secara aktif kita harus mencari alternatif pemecahannya
c. Perspektif global dari visi antropologi, yakni mengamati, menghayati, dan memprediksi perkembangan kebudayaan secara menyeluruh yang aspek serta unsur – unsurnya itu berkaitan satu sama lain terintegrasi dalam kehidupan umat manusia.
C. PERSPEKTIF GLOBAL DARI IPTEK, TRANSPORTASI, KOMUNIKASI, DAN INTERNASIONAL
a. Perspektif global dari visi IPTEK, yakni produk budaya manusia dengan kesadaran yang tinggi, manusia dituntut kemampuan untuk mengendalikan IPTEK yang bermata dua demi kesejahteraan umat manusia dengan kelestarian lingkungan hidup
b. Perspektif global dari visi transportasi, yakni sarana yang sangat bermakna dalam mendukung proses keteergantungan umat manusia dalam berbagai aspek kehidupan pada tatanan global hari ini dan di masa yang akan datang
c. Perspektif global dari visi komunikasi, yakni sarana saling pengertian internasional dalam menghadapi kehidupan global yang penuh masalah dan tantangan hari ini serta masa yang akan datang
d. Perspektif global dari visi internasional, yakni lembaga internasional baik Perserikatan Bangsa – Bangsa maupun organisasi independen, meemiliki kedudukan, fungsi, dan peranan yang bermakna dalam menopang saling pengertian serta saling ketergantungan antar bangsa dan negara yang beragam sistem politik, ekonomi, budaya, serta keadaan rasialnya
MODUL 3
PENTINGNYA KESADARAN DAN WAWASAN PERSPEKTIF GLOBAL
A. PENTINGNYA KESADARAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL
• Kesadaran dalam perspektif global adalah pengakuan bahwa kita bukan semata – mata sebagai warga suatu negara tetapi juga warga dunia, yang mempunyai ketergantungan terhadap orang lain dan bangsa lain, serta terhadap alam sekitar baik secara lokal, nasional dan global
• Wawasan global adalah suatu pemahaman terhadap pengetahuan, fenomena, masalah, dan peristiwa yang bersifat global untuk kepentingan umat manusia sehingga kita berusaha untuk mempertahankannya
• Perspektif global mencakup dua sisi yakni : kesadaran dan wawasan.
• Untuk memdukung kesadaran dan wawasan kita diperlukan adanya landasan, yaitu :
a. Nasionalisme ( kesadaran nasional )
b. Norma dan agama
c. Nilai budaya bangsa
B. PENTINGNYA WAWASAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL
• Cara paling efektif untuk meningkatkan dan memperluas wawasan adalah melalui pendidikan
• 4 hal yang dikembangkan melalui pendidikan :
a. Kemampuan mengantisipasi ( anticipate )
b. Mengerti dan mengatasi situasi ( cope )
c. Mengakomodasi ( accomodate )
d. Mereorientasi ( reorient )
MODUL 4
ISU – ISU DAN MASALAH GLOBAL DALAM KAITANNYA DENGAN KEPENTINGAN NASIONAL
A. ISU – ISU DALAM KAITANNYA DENGAN KEPENTINGAN NASIONAL
1. Penduduk dan keluarga berencana
2. Pembangunan
3. Hak Asasi Manusia ( HAM )
4. Migrasi
5. Lingkungan dan sumber daya
B. MASALAH – MASALAH GLOBAL DALAM KAITANNYA DENGAN KEPENTINGAN NASIONAL
• Negara yang terbelakang adalah negara yang kemampuan SDM-nya masih sangat rendah dalam menguasai dan memanfaatkan IPTEK untuk menggali sumber daya alam serta lingkungan bagi kemakmurannya
Contoh : negara – negara di afrika dan Amerika latin dan beberapa negara di kawasan Asia
• Negara sedang berkembang adalah negara yang kemampuan SDM-nya lebih maju dibanding negara terbelakang dalam menguasai dan memanfaatkan IPTEK untuk menggali sumber daya alam serta lingkungan bagi kemakmurannya
Contoh : negara di Asia Tenggara ( kecuali Singapura ), Mesir, Maroko, Republik Afrika Selatan dan negara – negara di timur tengah
• Negara maju adalah negara yang SDM-nya telah menguasai dan memanfaatkan IPTEK canggih dalam kehidupannya
Contoh : Eropa barat, Amerika utara dan Jepang
• Dalam menciptakan kehidupan global yang sejahtera, aman, dan damai, kerjasama dan saling ketergantungan merupakan mekanisme yang strategi
MODUL 5
ISU – ISU DAN MASALAH GLOBAL DALAM KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN IPS SD
A. ISU – ISU GLOBAL DALAM PEMBELAJARAN IPS SD
• Kemajuan dan pemanfaatan IPTEK dalam bidang komunikasi, transportasi, multimedia, kamera, dan pemotretan jaraj jauh, teropong serta pennginderaan dari satelit telah memperluas cakrawala pandang manusia yang memperkaya materi pembelajaran IPS
• Kontak antarmanusia dan arus barang, berita dan informasi, baik secara fisik langsung tanpa perantara maupun tidak langsung melalui berbagai media, memperluas cara pandang manusia mulai dari tingkat global, untuk membina perspektif global dalam diri manusia. Proses yang demikian itu merupakan salah satu tugas yang harus diperhatikan pada pembelajaran IPS
• Secara alamiah, baik kondisi alam-fisik maupun sosial-budaya manusia dipermukaan bumi, tersebar tidak merata dan beraneka ragam. Ketidakmerataan dan keanekaragaman SDA dan SDM ini menjadi dasar terjadinya penjelajahan, kontak sosial, perdagangan serta kemajuan cara pandang manusia terhadap kehidupan baik dalam konteks keruangan maupun dalam perkembangan waktunya. Kenyataan yang demikian itu, menjadi landasan materi pada kajian pembelajaran IPS
• Fenomena dan masalah kehidupan di permukaan bumi sebagai suatu kenyataan merupakan proses yang berkembang dalam ruang tertentu pada perjalanan dari waktu ke waktu. Kenyataan yang demikian merupakan perpaduan jalinan antara faktor ruang dengan faktor waktu yang mencirikan karakter aspek kehidupan tersebut . fenomena itu merupakan hal yang menarik bagi pembelajaran IPS
B. MASALAH – MASALAH GLOBAL DALAM PEMBELAJARAN IPS SD
1. Penduduk dan keluarga berencana
2. Pembangunan
3. Hak Asasi Manusia ( HAM )
4. Migrasi
5. Kepemilikan bersama secara global
6. Lingkungan hidup dan sumber daya alam
7. Kelaparan dan bahan pangan
8. Perdamaian dan keamanan
9. Prasangka dan diskriminasi
MODUL 6
MODEL PEMBELAJARAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN PERSPEKTIF GLOBAL
A. MODEL PEMBELAJARAN PERSPEKTIF GLOBAL DALAM IPS SD
1. Materi ( pokok bahasan )
Pada pembelajaran IPS, khususnya dalam konteks perspektif global, sumber dan media pembelajaran utama adalah kehidupan masyarakat yang nyata. Sejalan dengan perkembangan IPTEK multimedia hasil kemajuan teknologi yang meliputi media cetak ( surat kabar, tabloid, majalah ) dan media elektronik ( radio, tv, video, internet ) juga menjadi sumber serta media pembelajaran yang makin bermakna.
2. Proses pembelajaran
Proses pembelajaran yang akan ditempuh dan dilaksanakan tidak dapat dilepaskan dari sifat materi yang akan dibahas, dan produk atau tujuan yang harus dicapai.
3. Tujuan yang akan dicapai
Tujuan pendidikan dari pengajaran meliputi aspek kognitif, psikomotorik dan afektif. Tujuan menjadi panduan bagi teknik evaluasi yang akan diterapkan.
4. Teknik evaluasi
a. Evaluasi non – tes meliputi penilaian kegiatan tugas dan penampilan.
Contoh : tugas observasi, dan mengumpulkan informasi ( data )
b. Evaluasi tes meliputi bentuk uraian ( esai ) dan objektif tes
5. Konsep
• Konsep IPS dapat merupakan satu kata atau suatu ungkapan yang memiliki ciri yang menonjol dan melekat yang juga memiliki makna rangkap baik makna denotatif maupun makna konotatif.
• Dalam perspektif global konsep yang diketengahkan antara lain saling ketergantungan, perdamaian, kesejahteraan bersama, kepemilikan bersama, dll.
• Proses pembinaan konsep memakan waktu yang lama sehingga dalam diri siswa terjadi pola pengertian yang luas tentang suatu kata atau ungkapan yang disebut konsep
• 3 strategi pembinaan konsep ( John Jarolimek, 1971: 57 – 64 ) :
1. Membuat daftar ( listing ), mengelompokkan ( grouping ), dan membuat label ( labeling )
2. Mengalami ( experiencing ), berhipotesis ( hypothesizing ), pengujian ( testing )
3. Memperkenalkan contoh dan bukan contoh ( recognizing examples dan nonexamples )
6. Pengembangan teknik evaluasi
Pengembangan teknik evaluasi lebih menekankan pada keterampilan dan sikap sosial.
B. EVALUASI PEMBELAJARAN PERSPEKTIF GLOBAL DALAM IPS SD
a. Hakikat evaluasi
Evaluasi berkenaan dengan suatu penerapan yang segera harus dilakukan untuk mengungkapkan mutu hasil, proses atau program pendidikan tertentu yang telah disepakati dan ditentukan tujuan atau nilainya.
b. Asas evaluasi
1. Asas komprehensif / asas keseluruhan
2. Asas kesinambungan / asas kontinuitas
3. Asas objektivitas
c. Fungsi evaluasi
1. Mengungkapkan penguasaan peserta didik terhadap materi atau pokok bahasan yang telah diperoleh dari proses pembelajaran yang meliputi pengetahuan, kemampuan berpikir, keterampilan, perasaan dan sikapnya
2. Menemukan kelemahan – kelemahan materi, metode, media pengajaran, dan tujuan yang telah dirumuskan
3. Mengungkapkan terpenuhi tidaknya tugas guru dalam melakukan pembelajaran terhadap para peserta didik
4. Mengungkapkan tingkat perkembangan peserta didik secara individual, yang selanjutnya digunakan untuk membimbing pertumbuhan potensinya lebih lanjut
d. Tujuan evaluasi
1. Membuat laporan prestasi peserta didik berkenaan dengan hasil pembelajaran yang harus diketahui oleh orangtua masing – masing
2. Mendapatkan umpan balik hasil evaluasi pembelajaran terhadap keberhasilan atau ketidakberhasilan kerja dan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran
3. Menemukan faktor – faktor pendorong dan penghambat keberhasilan pembelajaran, baik yang dilakukan oleh guru maupun oleh para peserta didik
4. Menyusun program bimbingan individual bagi para peserta didik dalam mencapai keberhasilan pembelajaran
5. Meningkatkan rangsangan kegiatan pembelajaran kepada para peserta didik
Sabtu, 17 April 2021
Minggu, 28 Juli 2019
Suara Hati
Di setiap detak jantungku
Di relung hatiku yang dalam
Bayanganmu selalu hadir
Wajahmu selalu terlintas
Di setiap denyut nadiku
Di setiap tarikan napasku
Terbisik suara nasehatmu
Terbesit kebersamaan masa lalu
Suara hatiku selalu berkata
Kalbuku tersimpan kenangan
Itu tak mungkin berhenti
Itu tak mungkin terhapus
Getaran dadaku seakan sesak
Kuberdiri terkadang seperti lumpuh
Bayangan peristiwa yg dahsat
Terlintas perjuangammu berlari
Kutersentak dari lamunanku
Kusadar kubersama tiga buah hatimu
Di sana bersama putramu tercinta
Di sana panggilanmu Maha Kuasa
Doaku setiap waktu di sana bahagia
Aamiin Ya Rabbul Alamin
MY. Manguluang
Sabtu, 25 Mei 2019
Kutersentak
Detik demi detik alam mimpi mebawa menghadapmu
Kutersentak mengalir getaran di dada
seiring getaran gelombang rindu dan kasih
Kembali kubuka mata menatap dinding kamarmu
Aku memanggil namamu
Aku mencari bayanganmu
Bayangan memori tersimpan
dilubuk hati yang putih
Puing kenangan yang takkan terhapus
Aku menatap detak jam dinding terus berputar
Kucoba berbalik arah enggang berdiri
Kutatap pot pot tanaman hijau yg engkau tinggalkan
Kuteteskan air kerang seiring mata berkaca...
Kutersentak takkalah suara komandan Azan menuntun langkahku ke alam sadar
Kutapakur zikir memohon AmpunaMu ya Allah ya Robb
Lapangkan kasih dan buah hatiku hambaMu yang Engkau cintai di Alam sanah
Alam setiap inzan menuju kepastian sanah.
Muh. Yusuf Manguluang
Jumat, 24 Mei 2019
Tetesan Air Mata
Seiring dengan rindu yang mengalir
Meresap dalam dadakku tak pernah hilang,
Napasku seiring La Ilaha Illallah Engkaulah yang maha mengetahui setiap tetes air mata
Tetesan air mata mengalir
melukis kerinduan yg mendalam,
Aku memang manusia lemah, tapi mungkinkah berpikir aku manusia yang kuat dengan ujian yang Engkau berikan,
Ya Allah smoga kesucian bulan ini kumohon ampunamMu, Aamiin YRA.
Sabtu, 11 Mei 2019
Doa di Kesunyian Malam
Seorang anak manusia
Yang tertatih dan kadang rapuh dalam kehidupan
Doa selalu terucap untuk masa yang tidak pernah kutahu
Untuk cobaan yang kian hari kian terasa
Terkadang aku menangis hingga sujud meratab
Menyesali setiap kesalahan
Memikirkan cobaan yang takkan terlupakan
Malam ini
Saat bulan bersembunyi di balik sana
Saat keheningan di malam sunyi
Saat itu aku menangis hingga patah
Saat malam menemani hati yang rapuh
Saat sunyi telinga hanya mendengar gemercik air
Terbesit kerinduan yang sangat dalam
Kesabaran dan keihklasan tetap menemaniku, kupegang keyakinanku
bahwa tuhan itu tidak pernah tidur
Ia mendengar jeritanku bahkan yang kubungkam
Ia melihat lukaku bahkan yang kukubur
Ia Maha Tahu, Subehallah
Goresan di Malam Sunyi🌒
Takkalah mata terpejam engkau hadir dalam mimpi,
Aku tak tahu apakah mimpi karena darimu yang tetkasih,
tapi aku yakin dari yg Maha Kuasa Allah Azza wa Jalla
Mimpi yang membalut rindu di malam yang dingin dan sepi ini
Menggores disetiap relung kalbu mengharapkan kehadiran yang tak mungkin datang kembali.
Hembusan angin malam ku bermohon dengan zikurku engkau di alam sana dilapangkan karena cinta dan dicintai, tapi keyakinanku Allah Azza wa Jallah adalah Sang Maha Cinta.
Namun biarkan aku ya Allah kuungkap dalam suara hatiku bukan karena tidak Ikhlas bukan karena tidak yakin dari yang terbaik dariMu, tapi kalau ini salah kumohon petunjukMu, ku mohon Ampunanmu ya Allah, ya Allah ini kerinduan suara hatiku,
Rindu.....
Tawa candamu
Keuletammu
Keesabarammu
Keyakinanmu
Rindu suara hatimu
Rinduku yang terdalam tarhadap marahmu jikalau aku salah.🌖 Subehanallah, wassalam sahabat sahabatku yang selalu mengamini dan menyamagatiku, karena engkau sahabatku semua adalah kekuatanku. Smoga sahabat sahabatku dalam lindunganNya Aamiin Ya Rabbul Alamin.
👤Muh. Yusuf Manguluang
Kamis, 21 Juni 2018
Senin, 06 November 2017
Contoh Laporan PBK Budidaya Kambing Etwa (PE) dan simulasi keuntungan ruQhy Trapsilo 2010.1
Kepala UPBJJ-UT Malang
Menyimak dan memperhatikan sekilas paparan di atas, akhirnya muncullah gagasan untuk melakukan sebuah pemberdayaan melalui sebuah pusat pelatihan kepemudaan mengenai upaya pemberdayaan kambing jenis PE pada masyarakat Desa Taggaran Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek. Pelatihan pemberdayaan pemeliharaan kambing etawa PE ini akan di fokuskan pada para pemuda yang ada di Desa Tanggaran tepatnya berlokasi yang berlokasi di RT. 07 RW 02 Dusun Krajan Desa Tanggaran dengan subyek pelatihan yaitu para pemuda usia produktif.[2]
pemeliharaan kambing etawa.
No
|
Perte-muan
|
Hari/Tanggal
|
Tempat
|
Materi
|
Waktu
|
1.
|
-
|
senin,
24 Mei 2010
|
Balai Desa Tanggaran
|
· Konsultasi tentang persiapan pelaksanaan program dengan kepala
Desa Tanggaran.
· mengurus
perijinan/ pengajuan proposal untuk mengadakan pelatihan kepemudaan pada
Kepala Desa Tanggaran.
|
2 jam
|
2.
|
-
|
Selasa, 25 Mei 2010
|
Kantor UDP Kec. Pule
|
· Konsultasi dengan pejabat pendidikan luar sekolah tentang
pelaksanaan program praktek pemberdayaan etawa (PE)
|
2 jam
|
3.
|
-
|
Rabu, 26 Mei 2010
|
Rumah Bpk.laman
|
· Penjaringan warga belajar yang akan dibina.
|
2 jam
|
4.
|
-
|
Kamis, 27 Mei 2010
|
Rumah Bpk. Laman
|
· Pendatan
ulang WB
· Visitasi
program meliputi:
a. Penjelasan
secara rinci tentang kambing etawa PE kepala hitam dari berbagai
tinjauan/aspek.
b. Penjelasan
dan gambaran tentang pembuatan kandang, estimasi biaya yang dibutuhkan
untuk pembuatan kandang dan penyediaan bibit
kambing, beserta analisa asumsi keuntungan.
c. Penjelasan
tentang penyediaan pakan ternak yang bermutu(cukup nutrisi)
d. Penjelasan
tentang prospek/pangga pasar ternak dari kambing etawa(PE).
|
2 jam
|
No
|
Perte-muan
|
Hari/Tanggal
|
Tempat
|
Materi
|
Waktu
|
1.
|
I
|
Sabtu,
29
Mei 2010
|
Rumah
P.Laman
|
· Orientasi
lapangan berupa melihat langsung Peternakan milik P. Laman dilanjutkan pratik
membuat kandang kambing etawa (PE).
|
5
jam
|
2.
|
-
|
Minggu,
30 Mei 2010
|
-
|
Praktik diliburkan
|
-
|
3.
|
II
|
Senin,
31
Mei 2010
|
Rumah
P.Laman
|
1.Melajutkan
Pembuatan kandang yang belum selesai.
2.evaluasi
hasil
|
5
jam
|
4.
|
III
|
Selasa,
1
Juni 2010
|
1.pratik
mengenai cara pemeliharaan kambing etawa yang meliputi: pencampuran pakan/
kombinasi pakan, pemberian pakan pada ternak, cara pembersihan kandang
disertai penjelasan mengenai ciri bibit unggul, ciri hewan yang sedang
sakit,tidakan prefentif dan cara penyembuhannya.
2.evaluasi
hasil.
|
5
jam
|
|
5.
|
IV
|
Rabu
, 2
Juni 2010
|
Rumah
Laman
|
1Praktik
pelatihan tata cara mengawinkan kambing, serta cara memerah susu kambing
etawa.
2.evaluasi
hasil
3.Perpisahan
dengan Warga Belajar
|
5
jam
|
3. Alternatif Lokasi
1.Penjualan susu =Rp. 500.000,-
2.Penjualan betina afkir 4 ekor X @ Rp.2.500.000 =Rp. 10.000,000,-
3.Penjualan jantan afkir 1 ekor = Rp. 3.000.000,-
4.Penjualan anak = Rp 3.000.000,-
6.Penjualan pupuk = Rp. 100.000,-
Total Penjualan = Rp. 16.600,000,-
Untuk ekspansi usaha bagi peternak tentunya terbatas, khususnya dalam hal pengadaan modal kerja. Dalam hal ini ada peluang bagi masyarakat Desa Tanggaran yang sangat terbuka lebar dengan membuat kemitraan usaha melalui sistem kelompok ternak yang yang dalam hal ini diketuai oleh Bapak Laman,
• Sehat, tidak cacat fisik dengan nafsu makan besar dan aktif
• Bulu bersih dan mengkilat
• Dada lebar dan dalam, kaki kurus dan kuat
• Berasal dari keturunan kembardan induk tidak sedarah
• Postur tubuh tinggi besar dan gagah
• Kaki panjang dan tumit tinggi
• Alat kelamin normal dan nafsu sex besar
• Bersifat keibuan dan pandai mengasuh anak
• Alat kelamin normal
• Mempunyai ambing yang simetris, kenyal dan tidak ada bekas luka
Kawin yang dilaksanakan dengan cara memasukkan sperma beku yang mutu genetiknya terjamin
1. Sejak dikawinkan gejala birahi tidak muncul lagi
2.Sikap tenang dan nafsu makan meningkat
3. Perut sebelah kanan membesar dan ambing turun
4. Suka menggesek-gesekkan badan ke dinding kandang
Masa Bunting kambing selama 5 bulan, anak yang baru lahir segera disusukan pada induknya agar mendapatkan colostrum yang berguna bagi pembentukan kekebalan tubuh.
Anak kambing disapih pada umur 3 bulan dan induknya dapat dikawinkan lagi sehingga dalam waktu 2 tahun bisa beranak 3 kali.
Kondisi Pertumbuhan
|
Jumlah Pemberian
(kg/ekor)
|
|||
Konsentrat
|
Ampas tahu
|
Rumput
|
Dedaunan
|
|
Kambing laktasi
|
0,5
|
3
|
5
|
2
|
Induk bunting
|
0,25
|
3
|
5
|
2
|
Pejantan
|
0,5
|
3
|
6
|
4
|
anak > 8 bulan
|
0,25
|
1,5
|
2,5
|
2
|
Anak 5-8 bulan
|
0,1
|
1
|
1,5
|
1
|

2. Mencegah osteophorosis
3. Menanggulangi penyakit gatal pada kulit
4. Meningkatkan pertumbuhan dan kecerdasan anak
5. Mengencangkan dan menghaluskan kulit
6. Menambah gairah seksual.
No
|
Perte-muan
|
Hari/Tanggal
|
Tempat
|
Materi
|
Waktu
|
1.
|
-
|
senin,
24 Mei 2010
|
Balai Desa Tanggaran
|
· Konsultasi tentang persiapan pelaksanaan program dengan kepala
Desa Tanggaran.
· mengurus
perijinan/ pengajuan proposal untuk mengadakan pelatihan kepemudaan pada
Kepala Desa Tanggaran.
|
2 jam
|
2.
|
-
|
Selasa, 25 Mei 2010
|
Kantor UDP Kec. Pule
|
· Konsultasi dengan pejabat pendidikan luar sekolah tentang
pelaksanaan program praktek pemberdayaan etawa (PE)
|
2 jam
|
3.
|
-
|
Rabu, 26 Mei 2010
|
Rumah Bpk.laman
|
· Penjaringan warga belajar yang akan dibina.
|
2 jam
|
4.
|
-
|
Kamis, 27 Mei 2010
|
Rumah Bpk. Laman
|
· Pendatan
ulang WB
· Visitasi
program meliputi:
a. Penjelasan
secara rinci tentang kambing etawa PE kepala hitam dari berbagai
tinjauan/aspek.
b. Penjelasan
dan gambaran tentang pembuatan kandang, estimasi biaya yang dibutuhkan
untuk pembuatan kandang dan penyediaan bibit
kambing, beserta analisa asumsi keuntungan.
c. Penjelasan
tentang penyediaan pakan ternak yang bermutu(cukup nutrisi)
d. Penjelasan
tentang prospek/pangga pasar ternak dari kambing etawa(PE).
|
2 jam
|
5.
|
I
|
Sabtu,
29
Mei 2010
|
Rumah
P.Laman
|
· Orientasi
lapangan berupa melihat langsung Peternakan milik P. Laman dilanjutkan pratik
membuat kandang kambing etawa (PE).
|
5
jam
|
6.
|
-
|
Minggu,
30 Mei 2010
|
-
|
Praktik diliburkan
|
-
|
7.
|
II
|
Senin,
31
Mei 2010
|
Rumah
P.Laman
|
1.Melajutkan
Pembuatan kandang yang belum selesai.
2.evaluasi
hasil
|
5
jam
|
8.
|
III
|
Selasa,
1
Juni 2010
|
1.pratik
mengenai cara pemeliharaan kambing etawa yang meliputi: pencampuran pakan/
kombinasi pakan, pemberian pakan pada ternak, cara pembersihan kandang
disertai penjelasan mengenai ciri bibit unggul, ciri hewan yang sedang
sakit,tidakan prefentif dan cara penyembuhannya.
2.evaluasi
hasil.
|
5
jam
|
|
9.
|
IV
|
Rabu
, 2 Juni 2010
|
Rumah
Laman
|
1Praktik
pelatihan tata cara mengawinkan kambing, serta cara memerah susu kambing
etawa.
2.evaluasi
hasil
3.Perpisahan
dengan Warga Belajar
|
5
jam
|
No
|
Nama
|
Evaluasi
proses
|
Jml
|
|||||||||||
Keaktifan
|
Kerja sama
|
Kebera-
nian
|
Produkti-
fitas[14]
|
|||||||||||
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
|||
1.
|
Saeno
|
3
|
3
|
3
|
2
|
11
|
||||||||
2.
|
Sumardi
|
1
|
1
|
1
|
2
|
5
|
||||||||
3.
|
Edi
Mulyono
|
2
|
3
|
3
|
2
|
10
|
||||||||
4.
|
Agus
Mulyono
|
2
|
2
|
2
|
2
|
8
|
||||||||
5.
|
Tabri
|
1
|
1
|
1
|
1
|
4
|
||||||||
6.
|
Saelan
|
3
|
3
|
3
|
2
|
11
|
||||||||
7.
|
Kasdi
|
1
|
1
|
2
|
1
|
5
|
||||||||
8.
|
Jemari
|
2
|
3
|
3
|
3
|
11
|
||||||||
9.
|
Maryoto
|
1
|
2
|
2
|
2
|
7
|
||||||||
10.
|
Lamijo
|
2
|
2
|
3
|
3
|
10
|
||||||||
No
|
Nama
|
Evaluasi
proses
|
Jml
|
|||||||||||
Keaktifan
|
Kerja sama
|
Kebera-
nian
|
Produkti-
fitas
|
|||||||||||
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
|||
1.
|
Saeno
|
3
|
3
|
3
|
3
|
12
|
||||||||
2.
|
Sumardi
|
2
|
2
|
2
|
2
|
8
|
||||||||
3.
|
Edi Mulyono
|
3
|
3
|
3
|
3
|
12
|
||||||||
4.
|
Agus Mulyono
|
3
|
2
|
3
|
2
|
10
|
||||||||
5.
|
Tabri
|
1
|
2
|
2
|
1
|
6
|
||||||||
6.
|
Saelan
|
3
|
3
|
3
|
3
|
12
|
||||||||
7.
|
Kasdi
|
2
|
2
|
2
|
2
|
8
|
||||||||
8.
|
Jemari
|
3
|
3
|
3
|
3
|
12
|
||||||||
9.
|
Maryoto
|
2
|
2
|
3
|
3
|
10
|
||||||||
10.
|
Lamijo
|
2
|
3
|
3
|
3
|
11
|
||||||||
No
|
Nama
|
Evaluasi
proses
|
Jml
|
|||||||||||
Keaktifan
|
Kerja sama
|
Kebera-
nian
|
Produkti-
fitas
|
|||||||||||
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
|||
1.
|
Saeno
|
3
|
3
|
3
|
3
|
12
|
||||||||
2.
|
Sumardi
|
2
|
2
|
2
|
2
|
8
|
||||||||
3.
|
Edi Mulyono
|
3
|
3
|
3
|
3
|
12
|
||||||||
4.
|
Agus Mulyono
|
3
|
2
|
3
|
2
|
10
|
||||||||
5.
|
Tabri
|
1
|
2
|
2
|
1
|
6
|
||||||||
6.
|
Saelan
|
3
|
3
|
3
|
3
|
12
|
||||||||
7.
|
Kasdi
|
2
|
2
|
2
|
2
|
8
|
||||||||
8.
|
Jemari
|
3
|
3
|
3
|
3
|
12
|
||||||||
9.
|
Maryoto
|
3
|
3
|
3
|
3
|
12
|
||||||||
10.
|
Lamijo
|
3
|
3
|
3
|
3
|
12
|
||||||||

No.
|
Nama
|
Praktik
I
|
Praktik
II
|
Praktik III
|
Jmlh
|
Skor
/
rata-rata
|
NA
|
Ket.
|
1.
|
Saeno
|
11
|
12
|
12
|
35
|
11,7
|
9,7
|
Sangat
baik
|
2.
|
Sumardi
|
5
|
8
|
8
|
21
|
7
|
5,8
|
Sangat
kurang
|
3.
|
Edi M.
|
10
|
12
|
12
|
34
|
11,3
|
9,4
|
Sangat
baik
|
4.
|
Agus M.
|
8
|
10
|
10
|
18
|
6
|
5,0
|
Sangat
kurang
|
5.
|
Tabri
|
4
|
6
|
6
|
16
|
5,3
|
4,4
|
Sangat
kurang
|
6.
|
Saelan
|
11
|
12
|
12
|
35
|
11,7
|
9,7
|
Sangat
baik
|
7.
|
Kasdi
|
5
|
8
|
8
|
21
|
7
|
5,8
|
Sangat
kurang
|
8.
|
Jemari
|
11
|
12
|
12
|
35
|
11,7
|
9,7
|
Sangat baik
|
9.
|
Maryoto
|
7
|
10
|
12
|
29
|
9,7
|
8,1
|
cukup
|
10.
|
Lamijo
|
10
|
11
|
12
|
33
|
11
|
9,2
|
Sangat baik
|
No
|
Nama
|
Respon Materi
|
Antusiasme
|
1.
|
Saeno
|
1.Mudah menerima materi.
2.Dapat
mempratikkan dengan benar.
3.Hasil
kerja cukup bagus,produktifitas tinggi.
|
1.Aktif,
kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam
melaksanakan tugas.
|
2.
|
Sumardi
|
1.Mudah menerima materi.
2.Dapat
mempratikkan dengan benar.
3.Hasil
kerja cukup bagus,produktifitas tinggi.
|
1.Aktif,
kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam
melaksanakan tugas.
|
3.
|
Edy
Mulyono
|
1.Mudah menerima materi.
2.Dapat
mempratikkan dengan benar.
3.Hasil
kerja cukup bagus,produktifitas tinggi.
|
1.Aktif,
kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam
melaksanakan tugas.
|
4.
|
Agus Mulyono
|
1.Mudah menerima materi.
2.Dapat
mempratikkan dengan benar.
3.Hasil
kerja cukup bagus,produktifitas tinggi.
|
1.Aktif,
kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam
melaksanakan tugas.
|
5.
|
Tabri
|
1.Mudah menerima materi.
2.Dapat
mempratikkan dengan benar.
3.Hasil
kerja cukup bagus,produktifitas tinggi.
|
1.Aktif,
kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam
melaksanakan tugas.
|
6.
|
Saelan
|
1.Mudah menerima materi.
2.Dapat
mempratikkan dengan benar.
3.Hasil
kerja cukup bagus,produktifitas tinggi.
|
1.Aktif,
kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam
melaksanakan tugas.
|
7.
|
Kasdi
|
1.Mudah menerima materi.
2.Dapat
mempratikkan dengan benar.
3.Hasil kerja cukup bagus,produktifitas tinggi.
|
1.Aktif,
kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan
tugas.
|
8.
|
Jemari
|
1.Mudah menerima materi.
2.Dapat
mempratikkan dengan benar.
3.Hasil
kerja cukup bagus,produktifitas tinggi.
|
1.Aktif,
kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam
melaksanakan tugas.
|
9.
|
Maryoto
|
1.Mudah menerima materi.
2.Dapat
mempratikkan dengan benar.
3.Hasil
kerja cukup bagus,produktifitas tinggi.
|
1.Aktif,
kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam
melaksanakan tugas.
|
10.
|
Lamijo
|
1.Mudah menerima materi.
2.Dapat
mempratikkan dengan benar.
3.Hasil
kerja cukup bagus,produktifitas tinggi.
|
1.Aktif,
kreatif, hadir tepat waktu.
2.punya etos kerja yang bagus
3.Terampil dan cekatan dalam
melaksanakan tugas.
|








